Categories
Uncategorized

Cara Mengolah Sampah Organik dan Anorganik 100% Bermanfaat

Sampah yang kita ketahui biasanya menjadi sumber masalah seperti penyebab banjir,penyebab bau busuk,dll.Presepsi itu terjadi karena kebiasaan manusia yang blm bisa mengolah sampah dengan baik,karena sebenarnya jika cara mengolah sampah organik dan anorganik tersebut dilakukan dengan baik dan benar maka akan menghasilkan sesuatu manfaat baru atau dapat digunakan lagi.

 

Saat ini sudah banyak muncul berbagai inovasi pengolahan sampah yang baik dan benar,misalnya sampah diolah kembali menjadi kerajinan tangan ,pupuk kompos,biogas ,dllnya.Inovasi tersebut terus bermunculan dengan harapan dapat membuat manusia lebih peduli terhadap pengolahan sampah.

Oleh karena itu pada artikel kali ini akan menunjukan beberapa referensi cara mengolah sampah organik dan anorganik .Sebelum masuk ke cara mengolah sampah organik dan anorganik, mari kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari sampah organik dan anorganik.

Anda juga dapat melihat artikel berikut tentang cara mengolah sampah untuk anda lebih memahami tentang arti,manfaat,dan referensi pengolahan sampah lain dari upaya pengolahan sampah .

 

Pengertian Sampah Organik dan Sampah Anorganik

 

A.      Sampah Organik

 

Sampah organik adalah bahan bahan yang sudah dibuang dan sudah tidak terpakai yang berasal dari hasil produk berbahan dasar hayati yang mudah terdegradasi oleh mikroorganisme. Proses degradasi oleh mikroorganisme berlangsung secara alami.Sampah Organik dapat dimanfaatkan kembali dengan dijadikan pupuk kompos yang berguna menyuburkan tanaman.

 

B.       Sampah Anorganik

 

Sampah anorganik adalah bahan bahan yang sudah dibuang dan sudah tidak terpakai yang berasal dari produk berbahan dasar non-hayati yang berupa produk sintetik atau hasil dari pengolahan bahan tambang.

Rata Rata Sampah Anorganik tidak dapat terdegradasi atau terurai dengan mudah oleh mikroorganisme dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sampah anorganik dapat teruraikan sepenuhnya. Sampah anorganik dapat berupa produk yang sudah tidak digunakan yang berbahan dasar dari plastik, kertas, kaca, keramik, logam dan olahannya. Namun Sampah Organik dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat. Seperti botol plastik, kertas bekas, kaleng, Tas ,Perhiasan lampu dll.

 

Ciri – ciri Sampah Organik

  1. Mudah Terurai melalui proses pembusukan
  2. Biasanya sisa dari mahluk hidup
  3. Jika diolah lagi dapat bermanfaat untuk mahluk hidup lain

 

Ciri – ciri Sampah Anorganik

  1. Sangat sulit terurai dan membutuhkan waktu bertahun – tahun
  2. Sisa dari kemasan yang di buat oleh pabrikasi
  3. Dapat diolah kembali menjadi produk yang sama atau produk kerajinan lain

 

Contoh Pengolahan Sampah

 

A. Pengolahan Sampah Anorganik Menjadi Sapu

 

Bahan dasarnya botol plastik bekas sprite, coca cola, atau fanta yang berukuran 1,5 liter. Berikut ini langkah-langkah membuatnya:

  • Sediakan bahan berupa botol plastik bekas, sebatang kayu, dan kawat. Jangan pula siapkan gunting.
  • Ambil satu botol berukuran 1,5 kemudian potong menjadi 2 bagian.
  • Bagian yang memiliki lubang tutup adalah bagian yang diperlukan.
  • Gunting dari bawah lurus ke atas dengan ukuran yang kecil-kecil, namun jangan sampai lingkaran tutup botol. Pastikan guntingan itu menyerupai sapu ijuk.
  • Masukkan sebatang kayu dari atas lubang tutup botol, kemudian ikatkan kawat di ujung kayu yang telah anda masukkan ke dalam mulut tutup botol.
  • Tarik kayu ke atas sehingga memastikan bahwa kawat yang Anda ikatkan dapat menahan kayu keluar dari botol.
  • Ikat lagi kayu dengan kawat di bagian atas tutup botol.
  • Selesai,siap digunakan untuk menyapu .

 

B. Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Bokashi

 

Selanjutnya adalah pengolahan sampah organik menjadi pupuk bokashi skala rumah tangga dengan menggunakan bahan sampah dapur atau sisa-sisa makanan.

Berikut langgkah – langkah pembuatan pupuk skala rumah tangga :

  1. Pertama tama menyiapkan bahan untuk pupuk seperti sisa sayur dan buah, sisa makanan ternak atau manusia , 5 kg serbuk gergaji, dan juga 5 kg arang sekam , tulang ayam, ikan, 10 ml EM4 .
  2. Untuk tempat pembuatan pupuk bokashi skala rumah tangga ini hanyacukup dengan menyediakan atau menyiapkan satu tong plastik berukuran 200 liter. Untuk mengeluarkan cairan hasil pengomposan, buatlah lubang di bagian bawah tong,
  3. Cacah dan rajang kecil-kecil bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan pupuk lalu campurkan dengan serbuk gergaji, dedak, dan juga arang sekam.Supaya mudah dalam mencacah bahan bahan pupuk kompos bokashi dapat menggunakan mesin pencacah kompos.
  4. Tambahkan larutan EM4 yang terbuat dari campuran 10 ml EM4 dan 1 liter air. Jangan lupa tambahkan 2 sendok makan gula pasir sebagai bahan makanan mikroorganisme.
  5. Tutup tong plastik dengan kain. Sebisa mungkin jaga agar suhu bahanpada kompos tidak melebihi 45? Pupuk bokashi akan matang sekitar 5 sampai 7 hari. Ciri-ciri dari pupuk bokashi yang sudah jadi yaitu wangi dan teksturnya  sudah berubah menjadi tanah.

 

Demikian dari artikel ini. Dengan artikel ini semoga kita menjadi lebih peduli dengan sampah organik  dan anorganik serta tidak selalu memandang buruk sampah dan juga bisa memanfaatkan potensi dari sampah organik tersebut sehingga dapat memberikan manfaat kembali ke kita semua.

Terimakasih telah membaca artikel ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *