Categories
Uncategorized

Cara Menanam Bawang Putih Di Polybag Sampai Panen

Cara menanam bawang putih di polybag bisa menjadi pilihan untuk budidaya bawang putih. Bawang putih sendiri merupakan salah satu bahan utama dalam masakan.

Menanam bawang putih di polybag tidak berbeda jauh dengan cara menanam bawang merah di polybag. Seperti yang kita ketahui, kedua bahan makanan ini bisa dibilang merupakan saudara dan sering kita temui pada olahan masakan sayur sop.

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana cara menanam bawang putih di polybag? Simak ulasan berikut ini yang sudah kami rangkum khusus untuk anda.

Cara Menanam Bawang Putih di Polybag

1. Cara Memilih Jenis Bawang untuk Ditanam di Polybag

Bawang putih memiliki dua jenis yang dapat ditanam sendiri di rumah.

Jenis bawang putih tersebut ialah:

  • Softneck
  • Hardneck.

Jenis bawang putih softneck memiliki bentuk daun yang menjuntai ke bawah. Lalu, bawang putih jenis hardneck memiliki batang tegak dan keras lalu di tengahnya terdapat umbi bawang.

Bawang putih yang berjenis softneck biasanya dinilai lebih mudah untuk ditanam dan dikembangkan di daerah dengan cuaca cenderung panas.

Biasanya hasil panen dari bawang putih berjenis softneck kecil-kecil dan memiliki rasa yang kuat. Kebalikan dari softneck, hardneck cocok ditanam di daerah dingin cenderung bersalju.

2. Cara Menanam Bawang Putih di Polybag

Dalam menanam bawang putih anda tidak memerlukan peralatan dan lahan yang besar. Sediakan saja beberapa buah polybag kecil atau satu yang berukuran besar.

Selanjutnya, jangan lupa untuk menyediakan tanah subur sebagai media tanamnya. Mulai dengan memotong bagian bawah beberapa butir bawang yang masih ditempeli akar.

  1. Pertama-tama galilah beberapa lubang pada tanah di polybag dengan kedalaman yang cukup.
  2. Simpan atau masukkan potongan bawang putih tadi pada lubang yang tersebar lalu tutupi lagi dengan tanah.
  3. Sirami polybag dengan air secukupnya.
  4. Dalam beberapa hari, muncul tunas atau daun berwarna hijau yang menunjukkan bawang mulai berkembang.
  5. Jangan lupa untuk sirami polybag secukupnya ketika tanah mulai keliatan kering.
  6. Berikan tambahan nutrisi seperti pupuk yang bisa dibuat dari campuran pelet ikan serta air rendaman rumput lain.

3. Cara Memotong Daun dari Pohon Bawang Putih

Masa tanam bawang putih berkisar 90-120 hari. Bila sudah siap panen, perhatikan dulu hal ini:

  • Munculnya daun berwarna hijau yang keluar dari dalam tanah merupakan daun bawang yang juga bisa dikonsumsi.
  • Setelah beberapa hari atau minggu, tunas tersebut tadi akan semakin panjang. Maka itu daripada membusuk, potong dan manfaatkan untuk keperluan memasak sehari-hari.

4. Cara Memanen Bawang Putih

Waktu panen bawang putih dapat ditentukan berdasarkan jenis serta cuaca di sekitar wilayah tempat tinggalmu. Masa panen bawang putih biasanya berkisar antara 90-120 hari, tergantung jenisnya.

Kondisi lingkungan atau cuaca yang panas dapat mempercepat perkembangan mereka, sementara suhu dingin dapat memperlambat.

Bawang yang siap untuk dipanen memiliki ciri-ciri bagian tengah daun nampak menguning cenderung coklat. Anda dapat mengambil bawang ketika tanah cenderung kering.

  1. Caranya, longgarkan permukaan tanah dengan menggunakan sekop.
  2. Jika semakin banyak ruang yang terbuat, angkat daun hingga bawang terlihat.

5. Proses Setelah Panen Bawang Putih

  1. Jika seluruh bawang putih sudah anda angkat, taruh mereka di bawah sinar mahatari yang tidak terlalu terang.
  2. Langkah atau cara ini akan membuat lapisan kulit bawang terluar pecah sehingga lebih mudah dikupas nantinya.
  3. Kemudian, bersihkan sisa-sisa tanah yang masih menempel menggunakan sikat.

6. Cara Menyimpan Hasil Panen Tanaman Bawang Putih

  • Untuk menyimpan bawang putih yang telah dipanen harus memiliki suhu yang ideal sekitar 10 ͦ C hingga 21 ͦ C.
  • Selalu perhatikan ruangan tempat penyimpanannya tidak lembap, memiliki sirkulasi udara baik, cahaya yang cukup namun jauh dari sinar matahari.
  • Jika anda menempatkan bawang putih tersebut di tempat yang kurang baik, bawang pun bisa lebih mudah busuk.

Sekian pembahasan kita kali ini tentang bagaimana cara menanam bawang putih di polybag.

Rugi jika anda tidak mencobanya langsung di rumah karena cara ini merupakan cara terbaik untuk anda yang tidak memiliki lahan yang luas tempat bercocok tanam.

Semoga informasi kali ini bermanfaat untuk kita semua dan selamat mencoba.

Categories
Uncategorized

Cara Menanam Kunyit Yang Benar Untuk Pemula di Rumah

Apakah anda sudah tahu bagaimana cara menanam kunyit yang benar? Dalam cara menanam kunyit, memiliki cara yang kurang lebih sama seperti cara menanam bawang merah.

Seperti yang kita ketahui, bahwa kunyit merupakan salah satu rempah-rempah yang sering digunakan pada masakan terutama sayur sop.

Hanya saja, dalam menanam kunyit memiliki langkah-langkah yang tidak dilakukan dalam menanam bawang merah. Berikut ini ulasan lengkapnya bagaimana cara menanam kunyit yang benar.

Cara Menanam Kunyit Yang Benar

Mempersiapkan Tempat Atau Media Menanam Kunyit

Media tanam merupakan hal utama dan penentu keberhasilan anda dalam menanam kunyit. Maka dari itu, anda harus benar-benar memperhatikan media tanam yang akan anda gunakan.

Dalam menanam kunyit, diperlukan tanah yang subur dan gembur. Cara untuk mengetahui tanah yang subur yaitu ditandai dengan banyaknya cacing di dalam tanah.

Langkah-langkah pertama dalam mempersiapkan media tanam sebagai berikut:

  1. Siram terlebih dahulu tanah yang sudah anda siapkan hingga basah dan lembab.
  2. Siapkan air di dalam alat semprot.
  3. Masukkan pupuk cair pilihan anda sekitar 250ml kedalam air yang berada di dalam alat semprot tersebut.
  4. Aduk-aduk hingga larut.
  5. Semprotkan air campuran pupuk tadi ke tanah yang sudah disiapkan sebelum nantinya dimasukkan ke dalam pot atau polybag.
  6. Tambahkan pupuk kompos ke dalam media tanah tersebut.
  7. Aduk terus hingga tercampur merata.
  8. Masukkan tanah yang sudah di persiapkan tadi ke dalam pot atau polybag yang sudah disiapkan.

Panduan Cara Menanam Kunyit Yang Benar

Selain mudah untuk ditanam, sebenarnya kunyit ini memiliki banyak sekali manfaat yang tidak kita ketahui untuk tubuh. Oleh karena itu, tiap tahunnya konsumen kunyit semakin meningkat.

Meskipun terbilang mudah, bukan berarti anda tidak harus merawatnya. Karena perawatan selama proses pertumbuhan kunyit itu harus sangat diperhatikan agar kunyit dapat tumbuh dengan baik dan segar.

Berikut ini adalah langkah-langkah cara menanam kunyit di pot atau polybag yang baik dan benar:

A. Pilihlah Bibit Yang Baik

Tahap awal cara menanam kunyit ini merupakan penentu penting untuk hasil kunyit yang bagus. Untuk mengetahui bibit yang bagus, anda dapat memperhatikan langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan bibit kunyit yang anda pilih berasal dari indukan yang bagus atau varietas unggul, berdaun hijau, sehat, subur, dan berbatang kokoh.
  2. Pastikan bebas dari hama dan penyakit.
  3. Pilihlah bibit kunyit yang memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang seragam.
  4. Lebih baik lagi bibit kunyit berasal dari indukan yang berusia kurang lebih 7-12 bulan.
  5. Selalu pastikan bibit sudah disimpan dulu sebelum anda mulai menanamnya.
  6. Terhindar dari kotoran seperti biji dari tanaman lain, batu atau kerikil, dan lain-lain.

B. Semai Bibit Terlebih Dahulu

Hal ini dilakukan bertujuan agar bibit yang anda gunakan dapat tumbuh dengan baik dan maksimal serta mempermudah anda dalam melakukan pengontrolan.

Selain dari pada itu, hal tersebut juga memiliki tujuan utama yaitu supaya bibit dapat lebih mudah dalam beradaptasi di pot atau polybag.

Supaya anda melakukan penyemaian dengan benar dan baik, berikut cara menanam kunyit saat proses penyemaian:

  1. Bibit yang sudah anda pilih harus dipotong lagi menjadi 2-3 bagian. Masing-masing potongan harus memiliki mata tunas yang baik, paling tidak 1-3 mata tunas. Memiliki berat kira-kira 20-30 gr dan memiliki panjang 3-7 cm.
  2. Masukkan dan rendam bibit tadi ke dalam larutan pupuk cair organik dengan takaran 1 liter pupuk cair dilarutkan kedalam 50 liter air (1:50). Biarkan selama 12 jam.
  3. Keluarkan bibit yang sudah direndam dan tiriskan.
  4. Letakkanlah bibit tadi pada tempat lembab yang bersuhu kisaran 25-28 derajat celcius. Simpan selama kurang lebih 1-1,5 bulan supaya tunas dapat tumbuh lebih cepat.
  5. Pastikan anda menyiramnya 2 kali sehari disaat pagi dan sore hari.
  6. Lalu, biarkan saja tunasnya tumbuh sendiri dan setelah itu bibit siap untuk ditanam.

C. Pindahkan Bibit

Lalu, setelah bibit tadi sudah siap, lakukanlah pemindahan bibit, Setelah tunasnya tumbuh setinggi 2-3 cm, maka bibit tadi sudah siap untuk ditanam di pot atau polybag.

Berikut ini cara untuk memindahkan bibitnya:

  1. Pindahkanlah bibit dengan hati-hati. Ini bertujuan agar tunas yang sudah tumbuh tadi tidak rusak.
  2. Pastikan bibit tetap lembah dengan menyemprotnya menggunakan air.
  3. Simpan bibit pada suatu wadah tertentu guna mempermudah pemindahan atau pengangkutan.

Kemudian, setelah anda memindahkan bibit tadi, saatnya untuk anda melakukan penanaman kunyit.

Cara Menanam Kunyit Di Pot Atau Polybag

Setelah anda memindahkan bibit kunyit tadi, maka ini saatnya untuk anda menanam kunyit tersebut. Berikut cara menanam kunyit di polybag atau pot:

  1. Sesuaikan banyak pot atau polybag dengan bibit yang sudah anda siapkan sebelumnya.
  2. Galilah lubang dengan kedalaman kurang lebih 5 cm.
  3. Lalu, masukkan bibit kunyit tadi kedalam lubang yang sudah anda gali dengan tunas menghadap ke atas.
  4. Tutub kembali bibit tadi dengan tanah hingga bagian rimpang tertutup. Jangan tutup bagian tunasnya dan biarkan tetap di permukaan.
  5. Anda sangat disarankan untuk menanamnya pada saat musim penghujan.
  6. Sesuaikan jarak tanam kunyit dengan kondisi ukuran dan tempat dari pot atau polybag anda. Jangan tanam kunyit terlalu rapat atau dekat supaya kunyit dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dan baik.

Itu dia tadi bagaimana cara menanam kunyit pada media polybag atau pot yang baik dan benar agar mendapatkan hasil yang optimal.

Sekian pembahasan kita kali ini tentang cara menanam kunyit yang benar. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Selamat mencoba!

Categories
Uncategorized

Cara Menanam Daun Bawang dan Seledri Dengan Mudah

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang cara menanam daun bawang dan seledri di rumah anda sendiri dengan mudah. Kedua sayuran ini biasa diolah dalam campuran sayur sop.

Berikut ini ulasan cara menanam daun bawang dan seledri yang kurang lebih sama dengan cara menanam bawang merah.

Cara Menanam Daun Bawang dan Seledri 1

1. Cara Menanam Daun Bawang 

Yang pertama cara menanam daun bawang adalah dengan cara menanam daun bawang.

A. Cara Menanam Daun Bawang dimulai dari Memilih Jenis Bawang

Sebelum kita masuk lebih jauh tentang cara menanam daun bawang, daun bawang merupakan tunas hijau yang sudah tumbuh sebelum umbi dari bawang mulai terbentuk. Pada dasarnya mereka adalah bawang yang masih hijau. Carilah bibit daun bawang, seperti spesies A.

Bawang perai jepang (Welsh onions), bawang merah, putih, atau bombay bisa di pilih sesuai favorit anda untuk ditanam.

  1. Jika anda jika anda tidak ingin menanam daun bawang dari benih, selanjutnya pilihlah bawang merah, putih atau siung bawang untuk ditanam. Biasanya terlihat seperti umbi-umbi kecil yang berakar dan diikat dengan karet gelang atau tali.
  2. Anda dapat memilih mana yang anda ingin untuk menjadi daun bawang saja atau umbi bawangnya untuk tumbuh.

B. Siapkanlah Area untuk Anda Menanam Daun Bawang

Cara menanam daun bawang selanjutnya terserah anda ingin menanam daun bawang di halaman rumah atau sekedar menanam di pot, yang penting tempatnya memiliki sinar matahari dan air yang cukup.

  1. Coba untuk gali tanah hingga 30 cm dan gunakan kompos, tepung darah, atau bahan organik lainnya untuk memperkaya tanah dengan nutrisi. Bertujuan untuk memastikan daun bawang tumbuh kuat serta sehat, dan terus memproduksi tunas selama musim tanam.
  2. Pastikan batu-batu, ranting-ranting dan rumput-rumput liar dibersihkan sebelum anda menggali dan mengerjakan tanahnya.
  3. Anda dapat menggali tanah menggunakan sapu taman jika Anda bekerja pada bidang kecil. Untuk area lebih besar, beli atau sewa kultivator untuk mempermudah pekerjaan.
  4. Kalau anda hanya ingin untuk menanam beberapa daun bawang, anda dapat mempersiapkan sebuah pot dengan tanah kaya kompos daripada menanamnya di tanah.

C. Mulai Menanam Bibit atau Siung Daun Bawang

Segera setelah tanahnya dapat digunakan. Cara menanam daun bawang selanjutnya adalah kita harus menunggu sekitar empat minggu sebelum musim semi berakhir. Setelah itu, saatnya kita untuk menanam bibit atau siung yang sudah disiapkan sebelumnya. Kemudian, jika sudah disiapkan bibitnya, taburkan dengan banyak sedalam sekitar 1,5 cm dalam baris yang diberi jarak terpisah 0,3 m.

Dan jika anda hanya memiliki siung, tanam dengan sisi akar ke bawah, 5 cm terpisah sedalam 3 cm, dalam baris yang diberi jarak terpisah 0.3 m. Siram area tamannya secara menyeluruh.

  1. Bibit dari bawang akan mulai bertunas ketika tanahnya bersuhu diantara 65-86 derajat Fahrenheit (18,33 – 30 derajat Celsius). Hal ini akan perlu diperhatikan hingga sekitar satu bulan bagi bibit bawang untuk bertunas.
  2. Jika lingkungan anda beriklim dingin dengan musim semi yang terlambat, anda dapat mulai menanam bibit di dalam ruangan sekitar delapan minggu sebelum musim semi berakhir.
  3. Setelah itu, tanam bibit dalam biji yang sudah disiapkan di gambut sebagai pot permulaan dan jaga agar tetap tersiram.
  4. Lalu letakkan bibit yang sudah anda tanam pada ruangan hangat dan terkena cahaya selama periode bertunas. Jika tanah yang ada diluar cukup hangat untuk digunakan, pindahkan bibit ke taman atau pot lebih besar.

D. Selalu Rapikan Sekitar Tanaman Daun Bawang Jika Diperlukan

  1. Saat daun bawang anda sudah muncul tunas hijau, tentukan apakah akan membuangnya untuk memberikan lebih banyak ruang. Daun bawang tumbuh dengan baik dalam tandan, tapi untuk hasil paling baik tanaman yang sudah dewasa harus diberi jarak 6-9 cm terpisah.
  2. Lihat area tanam anda dan buang bibit yang jelek jika diperlukan.

E. Taburkan Sisa Tanaman Daun Bawang di Antara Bibit-bibit

  1. Tutupi tanah di sekitar bibit dengan potongan rumput, jerami pinus atau potongan halus kulit pohon. Ini bertujuan untuk menghalangi rumput liar yang tumbuh dan menjaga kelembapan tanah yang merata.
  2. Anda dapat melewati langkah ini jika anda menanam daun bawang dalam pot, karena rumput liar tidak akan menjadi masalah dan anda dapat lebih mudah mengontrol tingkat kelembapan.

F. Siram Tanaman Daun Bawang dengan Teratur

  1. Hal yang paling dibutuhkan daun bawang adalah kelembaban tanah yang merata selama musim tanam. Selalu, siram tanaman bawang anda dengan 3 cm air per minggu. Untuk pertumbuhan optimal, tanah tidak perlu basah, tapi perlu lembap.
  2. Sirami area tanam setiap beberapa hari atau ketika mulai terlihat kering dan berdebu.
  3. Salah satu cara untuk menentukan apakah bawang anda perlu disiram adalah dengan menguji kondisi tanah. Coba untuk memasukkan jari anda, hingga ruas jari kedua, pada bagian tanah yang dekat dengan tanamannya.
  4. Jika Anda merasa bahwa tanahnya kering, sirami. Kalau tanahnya terasa sudah cukup basah, tidak perlu khawatir untuk menyirami, dan ulangi lagi pengujian dalam beberapa hari. Ketika daerah anda sudah terkena hujan akhir-akhir ini, anda mungkin tidak perlu menyirami.

Cara Menanam Daun Bawang dan Seledri 2

2. Cara Menanam Seledri

Cara menanam seledri tidaklah terlalu sulit, apalagi setelah tahu karakteristik dan kebutuhan tanaman ini. Anda bahkan bisa menanam seledri dari sisa batangnya.

Dalam menanam seledri juga tidak membutuhkan tempat yang luas karena hanya membutuhkan pojokan dapur rumah atau apartemenmu.

Anda bahkan tidak perlu membeli pot, anda bisa menggunakan botol plastik bekas. Berikut ini cara menanam seledri dari sisa batangnya.

A. Potong Ujung Batang Seledri

Untuk langkah pertama, pilihlah bibit seledri yang terbaik. Supaya anda mendapatkan bibit seledri terbaik, pilihlah tanaman yang memiliki batang besar dan masih segar agar seledri tumbuh subur.

Selanjutnya, potonglah batangnya kira-kira 5 cm dari ujungnya.

B. Tempatkan di Wadah Berisi Air

Langkah berikutnya, tempatkan batang yang telah dipotong tadi ke dalam gelas kecil atau mangkuk kecil berisi air. Tapi, anda juga bisa mengganti gelas atau mangkok dengan botol bekas.

Pastikan batang yang sudah dimasukkan tidak terendam secara keseluruhan oleh air. Agar mendapatkan hasil yang baik, rendam batang seledri hingga setengahnya saja atau sekitar 3 cm.

Selanjutnya, tempatkan seledri di tempat dengan pencahayaan yang baik dan suhunya tidak akan menjadi sangat panas pada siang hari.

Selalu perhatikan suhunya, karena suhu merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan seledri yang baik.

C. Awasi Pertumbuhannya

Setelah disimpan selama beberapa hari di wadah berisi air, daun-daun kecil akan mulai bermunculan dari atas batang seledri.

Saat seminggu telah berlalu, anda bisa melihat batang-batang kecil mulai tumbuh menjadi tunas seledri baru.

kalau anda telah melihat tanda-tanda pertumbuhan tersebut pada bibit seledrimu, segera pindahkan ke dalam pot berisi tanah. Jika tidak, bibit seledrimu malah akan membusuk!

D. Pindahkan ke Dalam Pot Berisi Tanah

Setelah daun dan batang baru bermunculan di atas bibit seledrimu, itu artinya anda perlu segera memindahkannya ke dalam pot tanah. Anda bisa menanam kembali bibit seledri di pot, di botol bekas, atau pun di kebunmu.

Akan tetapi, pastikan bibit seledri tidak ditanam dalam tanah sembarangan. Disarankan anda menanam bibit seledri di tanah subur dan kaya nutrisi yang cocok untuk sayuran dan tanaman herbal.

Pastikan selalu, tanah untuk menanam seledri harus dijaga agar terus lembap, namun tidak boleh terlalu basah.

Tambahan asupan air, tanah dan cahaya matahari yang tepat, dijamin menjadi cara terbaik untuk menanam seledri agar tumbuh subur.

Sekian pembahasan kita kali ini tentang bagaimana cara menanam daun bawang dan seledri. Apakah anda tertarik untuk mencoba sendiri di rumah?

Semoga pembahasan kita kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Selamat mencoba!

Categories
Uncategorized

Cara Merawat Bunga Matahari Dengan Baik dan Benar

Cara merawat bunga matahari tidaklah sulit. Setelah anda mengerti cara menanam bunga matahari, tentu anda juga harus memahami cara merawat bunga matahari.

Bunga matahari memiliki banyak manfaat. Selain untuk diolah menjadi makanan, bunga matahari juga biasa digunakan sebagai tanaman hias karena keindahannya dan bisa juga diolah menjadi sayur sop bunga matahari.

Bunga matahari juga bisa di tanam di pot seperti cara menanam bawang merah.

Jika anda ingin memiliki bunga matahari yang indah dan terhindar dari gangguan hama penyakit, simak ulasan berikut tentang cara merawat bunga matahari.

Cara Merawat Bunga Matahari Dengan Benar

Pemeliharaaan menjadi salah satu bentuk perawatan yang tentu dapat menunjang hasil pertumbuhan bunga matahari. Maka dari itu, bunga matahari yang bisa menghasilkan kualitas bagus tentu harus sesuai juga Teknik perawatannya.

A. Teknik Cara Merawat Bunga Matahari

  1. Jaga kelembapan tanah hingga tunas muncul. Lakukan penyiraman dengan air dengan jarak 7,5-10 cm jauh dari tanaman karena tunas masih kecil dan mudah rapuh hanyut terbawa air jika terlalu dekat dengan tunas bunga matahari.
  2. Disaat tanaman sudah memiliki batang, siramlah bunga matahari dalam kurun waktu seminggu sekali. Selalu pastikan tanaman tercukupi oleh sinar matahari.
  3. Jika di rasa mengganggu pertumbuhan bunga yang lain maka potonglah tanaman bunga agar berkembang dengan maksimal dan rapi serta tidak saling merebut nutrisi dan menularkan penyakit ke tanaman bunga matahari yang masih sehat.

B. Teknik Pemupukan Tanaman Bunga Matahari

Berikut Tahapan Pemupukan Bunga Matahari yang Bisa Anda Terapkan Untuk Bunga Matahari:

  1. Pemupukan pada bunga matahari usia 10 sampai 21 HST maka anda harus memilih pupuk yang tepat, salah satunya untuk menunjang pertumbuhan bunga matahari secara maksimal.
  2. Untuk pemberian pupuk di tujukan pada saat pemiliharaan. Jika di gunakan hanya untuk tanaman hias cukup dengan pemberian Pupuk Organik Cair di sekitar tanaman.
  3. Dengan dosis 8 liter/ha yaitu takaran 500 ml atau setara 2 gelas air yang disemprot secara merata disekitar tanaman bunga matahari didalam lahan terbuka.
  4. Untuk pengaplikasian pada tanaman bunga matahari yang ada di pot, maka anda bisa memberikan Pupuk Organik Cair dengan takaran dosis 5 ml/pot.
  5. Setelah umur 30 HST, anda harus memberikan pupuk cair tambahan dengan dosis 5 kg/ha dengan takaran penggunaan 1 gelas air mineral per tangki dengan cara disemprot secara merata ke sekitar tanaman bunga matahari.
  6. Untuk penggunaan pada tanaman Bungan matahari di pot, maka dosis yang digunakan untuk pupuk cair 25 ml/pot. Kemudian semprot pada sekitaran tanaman didalam pot.

C. Teknik Pengendalian Hama atau Penyakit

Bunga matahari biasanya memiliki musuh alami atau hama yang sering menyerah bunga matahari yaitu burung, siput ataupun serangga lainnya.

Untuk mencegah segala hama yang menyerang tumbuhan bunga matahari yaitu dengan memberi umpan terutama untuk siput agar tidak merusak tanaman. Ketika tanaman bunga matahari sudah tumbuh mencapai tinggi 1 meter lebih baik untuk segera memasang pagar di sekitar tanaman.

Namun anda tidak perlu bingung, serangan hama dan penyakit bisa diminimalisir dengan penggunaan pupuk yang tepat.

Fungsi penggunaan pupuk organik tidak hanya menutrisi pertumbuhan tanaman bunga matahari saja tapi juga memperbaiki kualitas tanah atau lahan yang ditanami.

Itu dia tadi bagaimana cara merawat bunga matahari. Jika anda dapat merawat bunga matahari yang anda tanam dengan baik dan benar, maka dapat saya pastikan anda dapat menikmati keindahan bunga matahari.

Selain itu anda juga dapat menikmati bijinya yang dapat anda olah menjadi kuaci jika anda mengerti cara pengolahannya. Sekian dari saya, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat. Selamat Mencoba!

Categories
Uncategorized

Cara Menanam Bawang Merah di Polybag Serta Manfaatnya

Tahu kah anda bagaimana cara menanam bawang merah di polybag? Kalau anda belum tahu, maka pada pembahasan kali ini akan saya beri tahu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menanam bawang merah.

Cara menanam bawang merah di polybag itu kurang lebih sama dengan cara menanam daun bawang dan seledri.

Seperti yang kita ketahui bawang merah merupakan bahan makanan yang paling utama pada sayur sop dan wajib ada di dapur. Berikut ini pejelasan lengkapnya bagaimana cara menanam bawang di polybag.

Cara Menanam Bawang Merah di Polybag

Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan:

  • Bibit bawang merah.
  • Polybag.
  • Pupuk.
  • Tanah subur.
  • Air secukupnya.

Cara Pertama Menanam Bawang Merah di Polybag:

  1. Siramlah tanah tadi dengan air agar cukup lembab.
  2. Masukkan tanah tadi yang sudah diberi pupuk ke dalam polybag yang sudah dibersihkan.
  3. Sebelum mulai ditanam, potonglah 1,5 cm ujung bibit supaya tunas dapat tumbuh dengan cepat.
  4. Masukkanlah bibit tadi ke dalam tanah, pastikan bagian yang sudah anda potong tadi berada di bagian atas.
  5. Jangan memasukkan seluruh bibit ke dalam tanah, ini bertujuan agar bibit mendapatkan udara, nutrisi, dan cahay matahari yang cukup bagi pertumbuhannya.
  6. Selalu siram dan berikan pupuk secara teratur dan rutin. Lakukan itu semua pada waktu pagi dan sore hari.
  7. Setelah 10 hari berlalu setelah penanaman, proses penyiraman air dapat dikurangi intensitasnya dengan perlahan.

Cara Kedua Menanam Bawang Merah di Polybag:

Menanam Bawang Merah di Polybag

Alat dan Bahan :

-Polybag ukuran 30 cm x 40 cm

-Tanah subur

-Pupuk kompos

-Bibit bawang merah

Langkah Menanam :

  1. Masukan Tanah dan pupuk ke dalam polybag.
    Lalu setelah itu, masukkan bibit bawang merah yang sudah memiliki tunas ke dalam polybag. 3 bibit bisa dimasukan ke dalam 1 polbag.
  2. Rapikan dan tata polybag dengan jarak 15 cm antara satu polybag dengan polybag lainnya.
  3. Setelah mencapai usia 6 minggu, pemupukan susulan bisa dilakukan menggunakan pupuk padat maupun pupuk cair. Sangat disarankan untuk jangan berlebihan dalam memberikan pupuk agar tanamam tidak rusak.
  4. Letakan pada tempat yang memiliki paparan sinar matahari yang cukup.
    Siram 2 kali sehari jika cuaca panas, namun jika cuaca hujan tidak perlu disiram.
  5. Ketika usia tanaman sudah mencapai sekitar 100 hari dengan ciri daun yang menguning dan rapuh. Bawang merah siap dipanen.

Manfaat Bawang Merah Bagi Kesehatan Tubuh

1. Memperlancar Sistem Pernapasan

Diketahui bawang merah merupakan salah satu obat yang dipercaya sebagai obat antiradang, bawang merah juga dipercaya dapat memperlancar sistem pernapasan. Oleh sebab itu, penderita asma dan alergi disarankan untuk mengonsumsi bawang merah.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kalau kamu memiliki riwayat sakit jantung atau masalah pada jantung, cobalah konsumsi bawang merah. Kandungan flavonoid yang terkandung di dalam bawang merah dapat membantu kerja jantung. Selain itu, kandungan organosulfur pada bawang merah dapat mencegah resiko munculnya penyakit kardiovaskuler.

Ada lagi kandungan lain yang terdapat pada bawang merah yaitu, kandungan tiosulfinat yang mampu menurunkan resiko dari penyakit stroke.

3. Mencegah Kanker

Kandungan quercetin dan antosianin pada bawang merah dipercaya mampu menghambat dan menghancurkan sel kanker dalam tubuh. Nah, tak heran kalau bawang merah ini terkenal menjadi salah satu obat mujarab untuk menghancurkan kanker sel kolon dan payudara.

4. Kadar Gula Darah Menurun

Kandungan sulfur yang terdapat di dalam bawang merah dipercaya mampu menurunkan gula darah, loh. Kalau kamu memiliki masalah dengan gula darah, kamu bisa coba selalu menambahkan bawang merah ke dalam menu makanan, ya.

5. Memperkuat Sistem Imun

Kandungan selenium pada bawang merah dipercaya mampu meningkatkan sistem imun. Memakan bawang merah mentah atau matang, maka sistem imun akan bekerja dan kamu akan terhindar dari infeksi penyakit.

Seperti itulah informasi yang dapat saya sampaikan tentang bagaimana cara menanam bawang merah di polybag. Semoga bermanfaat!